Manfaat Beras Organik 2017-11-29T14:25:52+00:00

Manfaat Beras Organik

Produk organik terus digemari oleh masyarakat mengingat manfaatnya yang sangat kaya. Data statistik mengenai trend konsumsi produk-produk organik terus tumbuh dari tahun ke tahun di seluruh dunia. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi adalah keinginan untuk meningkatkan gaya hidup sehat.
Beras adalah salah satu komoditi pangan terbesar di dunia dan merupakan sumber energi bagi separuh lebih masyarakat dunia. Merujuk pada data yang ditulis oleh Ricepedia.org, nasi merupakan salah satu sumber kalori terbesar yang dikonsumsi oleh masyarakat dunia selain gandum dan jagung dengan total produksi hingga 78% per-tahun 2009.
Sebagian besar pengolahan pangan beras selama ini masih mengandalkan teknik budidaya non-organik, mulai dari pengolahan tanah, pemupukan hingga pengendalian hama. Terlepas dari tingkat keberhasilan teknik bertani padi secara non-organik yang lebih menguntungkan, ternyata zat kimia yang tertumpuk pada proses penanaman hingga panen membawa dampak buruk terhadap lingkungan dan hasil panen itu sendiri. Residu kimia yang terkandung dalam beras, meskipun jumlahnya dalam ambang batas, jika dikonsumsi secara terus menerus dapat menimbulkan gangguan fungsi tubuh. Oleh karena itu trend konsumsi beras organik setiap tahunnya terus tumbuh.
Nah bagi anda yang sedang melakukan kampanye sehat dan ingin beralih ke konsumsi beras organik, maka dalam artikel ini akan kami kupas apa saja manfaat beras organik dan kenapa produk organik lebih menyehatkan.

Prinsip Pengolahan Bahan Pangan Organik / Produk Organik

Apa pengertian bahan pangan organik atau produk organik? Dinamakan produk organik, dalam hal ini beras organik, adalah tanaman (padi) yang ditanaman dan diolah/diproduksi dengan sistem pertanian organik.

Dalam sistem pertanian padi organik ada aturan khusus yang harus diterapkan mulai dari pengolahan lahan, penanaman padi, perawatan hingga pengolahan pasca panen. Aturan tersebut biasanya dibuat agar beras organik yang dihasilkan dapat memenuhi standard jual.

Ada beberapa prinsip yang diterapkan dalam pertanian organik yang sudah ditetapkan oleh regulasi pemerintah setempat ataupun International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM). Ada 4 prinsip mendasar yang sudah ditetapkan oleh IFOAM dalam bertani organik, yaitu prinsip kesehatan, prinsip ekologi, prinsip ramah lingkungan, dan prinsip masa depan. Masing-masing harus saling terpadu sehingga output produk yang dihasilkan benar-benar menyehatkan dan aman bagi keberlangsungan seluruh makhluk hidup.

Dalam praktiknya pertanian organik tidak menggunakan pupuk kimia (sintetis) kecuali yang diperbolehkan seperti mineral, dolomite, sulfat, dan kapur. Pupuk utama dalam pertanian organik bersumber dari bahan-bahan alami yang sudah menjadi kompos. Penggunaan pestisida kimia juga tidak diperbolehkan kecuali yang masuk dalam daftar pengecualian oleh pemerintah setempat atau regulasi IFOAM. Dalam bertani organik juga tidak boleh menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) sama sekali. Tanah yang digunakan untuk menanam produk organic (beras organik) tidak boleh terkontaminasi oleh zat-zat kimia buatan. Jika terkontaminasi maka harus dikonversi terlebih dahulu selama 2 tahun dengan prinsip-prinsip pertanian organik.

Nah, melihat persyaratannya yang begitu kompleks, maka hasil panen pertanian organik (beras organik) juga lebih kaya manfaat.

7 Manfaat Beras Organik

Di atas sudah disinggung bagaimana beras organik (tanaman organik) dihasilkan. Nah, dari semua proses pelik tersebut, setidaknya kami dapat menyampaikan 7 manfaat beras organik yang bisa kita ambil, yaitu:

  1. Lebih fresh

Pertanian secara organik tidak melibatkan zat-zat pengawet dalam pengolahannya sehingga beras terasa lebih segar. Bahkan untuk beras yang berasal dari varietas wangi, maka aroma wangi tersebut semakin kuat pada beras organik.

  1. Lebih kaya rasa

Seperti halnya buah dan sayuran organik, beras organik cenderung lebih kaya rasa. Jika anda mengkonsumsi buah atau sayur non-organik, biasanya ada residu kimia yang menyisakan rasa pahit pada buah/sayur tersebut. Nah, tanpa adanya residu zat-zat kimiawi, beras organik terasa lebih gurih, lebih punel dan lebih wangi.

  1. Lebih aman dikonsumsi

Pertanian organik tidak menggunakan pupuk kimia maupun pestisida, jadi tentu saja lebih aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang karena tidak menyimpan residu kimiawi. Bahkan beberapa varietas beras tertentu seperti beras merah organik atau beras hitam organik dapat dijadikan sebagai obat ataupun makanan khusus seperti saat program diet, konsumsi penderita diabetes dan lain sebagainya.

  1. Memiliki kandungan gizi lebih

Pengolahan tanah secara organik dapat menjaga atau bahkan meningkatkan unsur hara. Dari situ, kebutuhan tanaman akan nutrisi lebih terpenuhi. Konsekuensinya, buah atau daun yang dihasilkan juga mengandung lebih banyak nutrisi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa beras organik lebih kaya vitamin dan mineral.

  1. Pada prinsipnya beras organik adalah anti-GMO

Berdasarkan aturan dari IFOAM, pertanian organik tidak diperbolehkan menanam bibit beras hasil mutasi genetik (Genetically Modified Organism). Bibit ternak ataupun tanaman GMO sangat berbahaya karena dapat memicu berbagai penyakit mematikan seperti kanker. Oleh karena itu, selaras dengan prinsip pertanian organik, maka produk-produknya juga harus bebas dari GMO.

  1. Antioksidan Alami

Antioksidan alami yang bersumber dari makanan organik lebih berpengaruh ketimbang antioksidan yang proses pembetukannya melibatkan unsur kimia. Berbagai kajian ilmiah juga telah membuktikan bahwa kandungan antioksidan dapat ditingkatkan melalui produk-produk organik. Nah, beras organik juga sangat kaya antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas dan melindungi sel-sel tubuh anda. Kita sangat familiar bahwa antioksidan dapat mencegah berbagai macam penyakit mematikan dan penuaan dini.

  1. Lebih tahan lama

Tanaman organik ternyata lebih kebal dari hama ataupun pengaruh cuaca. Sistem pertahanan alami itulah yang akhirnya membuat tanaman dapat tumbuh optimal tanpa adanya campur tangan manusia sehingga hasil panen juga lebih matang. Nah, beras organik juga demikian, ia lebih tahan lama jika disimpan.